Batam, Portalakurat.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara di lapangan Lapas Batam, Kamis (17/9/2026).
Upacara berlangsung di lapangan Lapas Kelas IIA Batam, Jalan Trans Barelang Kilometer 2, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam Yosafat Rizanto bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat struktural, seluruh pegawai, serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Upacara yang diselenggarakan secara rutin setiap tanggal 17 itu menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di lingkungan pemasyarakatan.
Bagi pegawai, kegiatan tersebut menjadi pengingat agar menjalankan tugas secara disiplin, profesional, dan berintegritas. Nilai-nilai itu dibutuhkan dalam melaksanakan fungsi pengamanan, menjaga ketertiban, serta memberikan pembinaan kepada warga binaan.
Yosafat mengatakan, upacara Hari Kesadaran Berbangsa dan Bernegara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab seluruh jajaran pemasyarakatan.
“Upacara ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Yosafat.
Menurut dia, integritas harus menjadi landasan bagi setiap pegawai dalam melaksanakan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
“Integritas harus menjadi landasan dalam menjaga keamanan, menegakkan ketertiban, serta memberikan pembinaan kepada warga binaan,” ujarnya.
Pelaksanaan upacara juga diarahkan untuk memelihara semangat nasionalisme dan pengabdian jajaran Lapas Batam.
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan serta memberikan pelayanan secara profesional.
Disiplin menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pemasyarakatan. Kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lapas membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kepatuhan seluruh petugas terhadap prosedur yang berlaku.
Selain menjalankan fungsi pengamanan, petugas memiliki tanggung jawab mendukung proses pembinaan warga binaan. Pembinaan tersebut diharapkan membantu warga binaan mempersiapkan diri agar dapat kembali dan beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.
Karena itu, profesionalisme dan integritas petugas diperlukan agar seluruh program pemasyarakatan dapat berjalan tertib serta mencapai tujuan pembinaan.
Sementara bagi warga binaan, keterlibatan dalam upacara menjadi bagian dari pembinaan kepribadian. Kegiatan itu diharapkan memperkuat rasa kebangsaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama mereka menjalani masa pembinaan.
Yosafat menilai semangat kebangsaan perlu ditanamkan kepada warga binaan agar mereka memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri.
“Kami berharap nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yosafat.
Menurut dia, pembinaan yang diberikan selama berada di lapas diharapkan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Bagi warga binaan, nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan kembali berperan secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Upacara juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh peserta mengenai pentingnya menjaga persatuan serta menjalankan peran masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
Lapas Batam berharap nilai-nilai yang disampaikan melalui pelaksanaan upacara tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat nasionalisme, disiplin, dan integritas diharapkan diterapkan dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan rutin tersebut, jajaran Lapas Batam juga diharapkan terus meningkatkan semangat pengabdian dan memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
Pelaksanaan tugas secara profesional dinilai penting untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman dan tertib sekaligus memastikan program pembinaan terhadap warga binaan berlangsung secara berkelanjutan.




