Bintan, Portalakurat.id
Polsek Gunung Kijang bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan dukungan kepada petani jagung di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, melalui pembinaan dan fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro.
Dukungan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Jagung Pipil Sumber Rezeki di Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Jumat (25/9/2026).
Kelompok tani tersebut merupakan binaan Polda Kepulauan Riau, Polres Bintan, dan Polsek Gunung Kijang dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Melalui kolaborasi itu, BRI Unit Kawal di bawah supervisi BRI Branch Office Tanjungpinang memfasilitasi akses KUR Mikro kepada Muhammad Tahir, salah seorang anggota Kelompok Tani Jagung Pipil Sumber Rezeki.
Pembiayaan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal untuk menunjang kegiatan budidaya jagung pipil, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pengembangan produksi pertanian di Kabupaten Bintan.
Dalam mengembangkan usahanya, Muhammad Tahir juga memperoleh pendampingan dari penyuluh pertanian, Jufrianto Simanullang. Pendampingan diberikan agar kegiatan budidaya dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan.
BRI buka akses pembiayaan
Kepala BRI Unit Kawal, R Muhammad Arfit Arifiyansyah, mengatakan, pihaknya berkomitmen membuka akses layanan perbankan dan pembiayaan bagi masyarakat yang menjalankan usaha produktif.
“BRI Unit Kawal berkomitmen untuk terus hadir memberikan akses layanan dan pembiayaan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif,” kata Arfit.
Menurut dia, akses KUR Mikro tersebut diharapkan dapat membantu Muhammad Tahir mengembangkan kegiatan pertaniannya. Manfaat pembiayaan juga diharapkan dapat dirasakan oleh anggota kelompok tani lainnya.
“Melalui fasilitas KUR Mikro ini, kami berharap dapat membantu Bapak Muhammad Tahir mengembangkan usaha pertaniannya serta memberikan dampak positif bagi Kelompok Tani Jagung Pipil Sumber Rezeki binaan Polri,” ujarnya.
Sementara itu, Mantri BRI Unit Kawal, Harvia Ladi Santosa, menilai sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki peluang yang cukup besar untuk terus dikembangkan.
Namun, pengembangan usaha pertanian membutuhkan dukungan permodalan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan petani.
“Kami melihat potensi sektor pertanian, khususnya jagung, cukup baik untuk terus dikembangkan,” kata Harvia.
Harvia menjelaskan, BRI berupaya membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usahanya. Penyaluran pembiayaan tetap dilakukan melalui tahapan serta ketentuan perbankan yang berlaku.
“Kami berupaya membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan sesuai kebutuhan usaha, tentunya berdasarkan ketentuan dan proses yang berlaku di BRI,” ujarnya.
Mendukung program ketahanan pangan
Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Rabul Yamin, mengapresiasi sinergi antara kepolisian dan BRI dalam mendukung kelompok tani binaan.
Menurut Rabul, penguatan ketahanan pangan bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan. Program tersebut juga harus mampu mendorong petani agar semakin produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan usahanya.
“Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polri dan BRI dalam mendukung kelompok tani yang berada dalam pembinaan,” kata Rabul.
Ia berharap fasilitas pembiayaan tersebut memberikan manfaat langsung kepada petani sekaligus mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan yang dijalankan Polri.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan usaha pertanian dan program ketahanan pangan Polri,” ujarnya.
Rabul mengatakan, kerja sama lintas sektor dan pendampingan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan karena petani tidak hanya memerlukan pembinaan teknis, tetapi juga akses permodalan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Sinergi antara kepolisian, perbankan, dan penyuluh pertanian diharapkan dapat membantu petani mengatasi sejumlah kendala dalam mengembangkan usaha.
Pendampingan di tingkat desa
Di tingkat desa, Bhabinkamtibmas Desa Toapaya, Brigadir Reza Andrian, terus menjalin komunikasi dan melakukan pendampingan terhadap kelompok tani di wilayah binaannya.
Pendampingan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kegiatan pertanian, kendala yang dihadapi petani, serta bentuk dukungan yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.
“Kami terus melakukan komunikasi dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk kelompok tani,” kata Reza.
Menurut dia, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Bhabinkamtibmas juga berperan membangun komunikasi serta mendorong kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Reza berharap akses KUR Mikro dapat membantu petani meningkatkan skala usaha sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Dengan adanya dukungan BRI melalui akses KUR Mikro, kami berharap usaha masyarakat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kepolisian menjalankan peran pembinaan dan pendampingan kelompok tani, sedangkan BRI memfasilitasi akses pembiayaan kepada pelaku usaha produktif sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
Ke depan, kerja sama antara BRI Unit Kawal dan Polsek Gunung Kijang diharapkan terus diperkuat sehingga semakin banyak petani dan pelaku usaha pertanian memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonominya.
Dukungan permodalan yang disertai pembinaan dan pendampingan diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian, memperkuat kemandirian petani, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bintan.




